Showing posts with label Barack Obama. Show all posts
Showing posts with label Barack Obama. Show all posts

Menelusuri Jejak Obama Kecil di Yogyakarta

Menelusuri Jejak Obama Kecil di Yogyakarta



Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama rencananya akan mengunjungi Yogyakarta usai berlibur di Bali. Barry, panggilan Barack Obama waktu kecil, sering berkunjung ke Yogyakarta saat libur panjang menggunakan kereta api dari Jakarta.

Barry biasa berkunjung ke rumah paman tirinya Prof Dr Iman Sutiknjo, Dekan Fisipol UGM di Bulaksumur, Blok D7, Caturtunggal, Depok, Sleman. Istri Dr Iman Sutiknjo merupakan kakak dari Dr Soetoro yang tidak lain adalah ayah tiri Barack Obama.

"Ketika Obama kecil tahun 1967-1971, itu sekolahnya kan di Menteng, Jakarta, dan kalau libur panjang selalu menghabiskan liburannya di Bulaksumur Blok D7 karena ibu dari Dr Soetoro atau Neneknya Obama tinggal di rumah Blok D7," ujar salah satu pendiri sekaligus pengelola Museum UGM, Widodo, Selasa 27 Juni 2017.

Widodo menceritakan, Ann Dunham, ibu Obama, saat itu menjadi staf peneliti di Pusat Studi Kependudukan UGM yang dipimpin oleh Masri Singarimbun. Biasanya Obama datang ke Yogyakarta saat libur sekolah.

Obama menginap di salah satu ruangan di rumah ini. 


Kemudian ruangan yang diberi nama ruangan Barry ini kemudian diabadikan menjadi salah satu museum. Rumah dan bangunan hingga saat ini masih dipertahankan seperti aslinya dan menjadi museum UGM.

"Obama biasanya menginap di kamar kerja Imam Sutiknjo. Saat Obama ke Yogyakarta, ruang kerja yang dipenuhi buku-buku itu diubah menjadi kamar tidur Obama bersama ayah tiri dan ibunya. Semuanya masih seperti aslinya. Termasuk letak meja dan kursi kerja Imam Sutiknjo yang kamar kerjanya dijadikan tempat menginap Obama semasa liburan," papar Widodo.

Widodo menambahkan, Museum UGM ini menyimpan beberapa benda Barack Obama semasa kecil, seperti tempat tidur, koper, dan kursi yang biasa digunakan Obama. Tempat tidur yang digunakan waktu itu juga masih asli. Tempat tidur itu dulunya biasa digunakan Obama tidur bersama ayah tirinya Dr Soetoro dan ibu kandungnya Dr Ann Dunham.

"Tempat tidurnya ada dua. Tetapi yang satu masih berada di Semarang dan belum diambil. Tempat tidur itu dulunya menghadap ke arah barat," ucap Widodo.

Widodo menjelaskan selain tempat tidur, ada sebuah kursi berwarna putih yang biasa digunakan Obama kecil duduk. Kursi itu dulunya berada di beranda rumah, tapi saat ini diletakkan di dalam ruang tamu. Lalu masih ada koper milik Obama. Saat datang ke rumah ini Obama punya kebiasaan menaruh koper di sebelah selatan kamar.

"Sebenarnya ada juga mainan Obama waktu kecil. Bentuknya kotak-kotak dan terbuat dari kayu. Sayangnya mainan itu sekarang rusak," jelas Widodo.




Trump Akan Kembalikan Aset Rusia yang Ditutup Obama, Asal...

Trump Akan Kembalikan Aset Rusia yang Ditutup Obama, Asal...

Trump Akan Kembalikan Aset Rusia yang Ditutup Obama, Asal...


Menjelang lengser dari kursi kepresidenan beberapa waktu lalu, Presiden Barack Obama sempat membuat hubungan AS dan Rusia tegang. Kala itu, Obama mengusir 35 diplomat Rusia karena diduga mereka terlibat dalam peretasan Partai Demokrat yang tengah dalam masa kampanye pemilihan presiden AS.

Selain mengusir 35 diplomat, Obama juga menutup dua fasilitas mewah milik Rusia di New York dan Maryland.

Namun setelah Donald Trump terpilih jadi presiden AS, pemerintah AS justru mengembalikan kedua fasilitas itu kepada Rusia. Meski demikian, ada syaratnya.

Dikutip dari The Washington Post, pada Jumat (2/6/2017), awal bulan lalu pemerintah Trump mengatakan kepada Rusia bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk mengembalikan properti kepada mereka jika Moskow mencabut pembekuan, yang diberlakukan pada tahun 2014 pembangunan gedung konsulat AS di St. Petersburg.

Langkah itu diambil Kremlin sebagai balasan karena AS menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait dengan Ukraina.

Dua hari kemudian, posisi AS berubah. Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Duta Besar Rusia Sergey Kislyak pada sebuah pertemuan di Washington bahwa Amerika Serikat telah membatalkan syarat itu.

Di Moskow pada Rabu 31 Mei 2017, ajudan Kremlin, Yury Ushakov mengatakan bahwa Rusia "mempertimbangkan situasi politik internal yang sulit untuk pemerintahan AS saat ini". Namun tetap memiliki opsi untuk membalas apa yang sebut "pengambilalihan" properti Rusia "jika langkah-langkah itu tidak disesuaikan dengan pihak AS," demikian dimuat media Negeri Beruang Merah, Sputnik.

Penasihat Senior Tillerson, R.C. Hammond mengatakan bahwa "AS dan Rusia tidak mencapai kesepakatan apapun." Dia mengatakan bahwa pertemuan tingkat tinggi berikutnya antara kedua pemerintah, di bawah sekretaris tingkat negara bagian, akan digelar pada bulan Juni di St. Petersburg untuk membahas pengembalian aset itu. 

Sebelum membuat keputusan akhir untuk mengizinkan Rusia mendapatkan kembali fasilitas itu, pemerintah AS memberikan kemungkinan pembatasan aktivitas Rusia di sana. Hal itu termasuk menghapus kekebalan diplomatik yang sebelumnya diperoleh.

Tanpa kekebalan, fasilitas tersebut akan diperlakukan seperti bangunan lainnya di Amerika Serikat seperti mengizinkan masuk pihak keamanan AS.

Perubahan dalam sikap pemerintah AS terhadap fasilitas tersebut muncul saat media Rusia baru-baru ini menyarankan agar Duta Besar Rusia Sergey Kislyak, yang akan meninggalkan Washington setelah menjabat sebagai duta besar sejak 2008, diusulkan oleh Kremlin untuk memimpin sebuah posisi baru. Sebagai sekretaris umum di PBB untuk urusan kontra-terorisme.

Sementara AS mengharapkan posisi yang sama dipegang oleh Jeffrey Feltman, senior diplomat Amerika yang terkenal.

Namun, sejauh ini Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang akan memutuskan siapa yang akan menjabat di pos itu. Meskipun AS dan Rusia berharap.

Kislyak adalah sosok kontroversial selama pilpres AS. Ia bertemu dan berbicara dengan mantan penasihat keamanan nasional Presiden Trump, Michael Flynn selama kampanye pilpres dan masa transisi. Ia juga diduga bertemu dengan Jared Kushner dan Jaksa Agung Jeff Session di waktu yang sama.

Adapun duta besar Rusia yang baru, rencananya akan digantikan oleh Anatoly Antonov yang kini menjabat sebagai wakil menlu. Namun, secara resmi Presiden Vladimir Putin akan mengumumkan namanya kepada Trump saat keduanya bertemu pada pertemuan G-20 di Hamburg yang rencananya digelar Juli mendatang.

Agenda itu akan menjadi pertemuan pertama Trump dengan Putin sebagai presiden.

Kategori

Kategori