Showing posts with label LIFESTYLE. Show all posts
Showing posts with label LIFESTYLE. Show all posts

7 Hal yang Perlu Diajarkan pada Anak Laki-laki

7 Hal yang Perlu Diajarkan pada Anak Laki-laki

7 Hal yang Perlu Diajarkan pada Anak Laki-laki

Audrey - Seorang anak, baik laki-laki atau perempuan hendaknya dibekali dan diajari sejumlah keahlian. Hal ini bertujuan agar mereka bisa hidup lebih mandiri saat beranjak dewasa nanti.

Biasanya, cara orang tua mengajarkan anak laki-laki dan perempuan berbeda. Jika anak perempuan diajarkan berkebun atau memasak, maka anak laki-laki dibekali kemampuan membetulkan kendaraan atau membetulkan peralatan di rumah.

Namun ternyata mengajarkan anak laki-laki tidak sekadar mengajarkan hal-hal yang maskulin. Anak laki-laki perlu diajarkan beberapa hal ini untuk menunjang kehidupannya kelak. Dilansir Info Manis, inilah sederet hal yang perlu orang tua ajarkan kepada anak laki-lakinya: 

1. Etika

Sama seperti anak perempuan, orang tua juga perlu mengajarkan anak laki-lakinya tentang beretika. Meski anak laki-laki akan tumbuh dengan jiwa yang lebih pemberani, namun ada baiknya orang tua memberitahukan kepada mereka mengenai batas aturan yang tidak boleh dilanggar oleh mereka. Misalnya, tidak berbicara dengan suara keras, tidak berbuat usil kepada wanita dan lainnya yang bisa membuat mereka tumbuh menjadi pria yang baik. 

2. Menangis Bukan Berarti Tidak Jantan

Anak laki-laki memang lebih sering dituntut untuk tidak menangis. Namun, bukan berarti anak laki-laki tidak boleh menangis sama sekali. Menangis bukan berarti mengurangi kejantanan anak tersebut, karena bagaimanapun emosi boleh ditumpahkan dalam bentuk sebuah tangisan. Dan orang tua perlu mengajarkan ini kepada anak laki-lakinya tanpa mengurangi ajaran tentang bersikap tegar. 

3. Memperhatikan Penampilan

Berbeda dengan anak perempuan yang diajarkan tentang cara berpenampilan, anak laki-laki seringkali lebih dibebaskan dalam hal berpenampilan. Namun, jangan biarkan kebebasan ini membuat mereka tidak memperhatikan penampilan mereka. Orang tua juga harus mengajarkan anak laki-lakinya untuk berpenampilan menarik, minimal untuk mengenakan sepatu yang bersih dan menata rambutnya agar terlihat rapi. 

4. Membersihkan Rumah

Kegiatan ini bukan hanya untuk anak perempuan saja. Karena kegiatan ini juga harus diajarkan kepada anak laki-laki agar kelak mereka bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri. Bahkan meskipun Anda memiliki asisten rumah tangga, jangan biarkan anak laki-laki Anda hanya asyik bermain video games saat di dalam rumah. Anak laki-laki juga harus diajarkan untuk menyapu, mengepel dan juga mencuci motor atau mobil. 

5. Memasak

Kebanyakan chef di dunia berjenis kelamin laki-laki. Hal inilah yang membuktikan bahwa kegiatan ini juga harus dilakukan oleh pria. Biasakan anak Anda untuk berada di dapur dengan menyuruhnya untuk sekadar memotong sayuran atau mencuci piring. Karena memasak juga bisa menstimulasi otak anak agar lebih kreatif dan mandiri. 

6. Menjahit Baju

Jika Anda berpikir menjahit baju hanya tugas seorang wanita, maka singkirkan pikiran tersebut. Karena anak laki-laki juga perlu diajarkan untuk melakukan hal ini. Kenapa? Banyak manfaat yang bisa anak Anda dapatkan dari menjahit, seperti membantu anak untuk lebih fokus dan juga melatih mereka untuk mandiri. Sejatinya, keterampilan ini tidak mengenal jenis kelamin. 

7. Menghargai Wanita

Saat dewasa, wanita memang ingin selalu dimengerti dan juga dihargai oleh para pria. Dan untuk mendidik anak laki-laki agar tumbuh menjadi pria yang bisa menghargai wanita, maka ajarkan mereka mengenai cara yang tepat dalam menghargai wanita. Karena pria yang mampu melakukan hal ini merupakan pria yang memiliki sifat penyayang, dan wanita mencari sosok pria yang seperti ini.



Rasa Tidak Puas Mengenal Body Dismorphic Disorder,

Rasa Tidak Puas pada Bentuk Tubuh

Sejatinya, manusia memang tak pernah ada yang merasa puas baik dari segi apapun. Dan sebenarnya adalah hal yang wajar jika manusia memendam hasrat alamiah ini.

Ketidakpuasaan manusia juga tidak selalu buruk. Karena dalam beberapa kasus, hasrat tidak puas yang dirasakan seseorang bisa berujung pada hal yang positif.

Namun, ketidakpuasan ini justru bisa menjadi petaka jika seseorang kerap merasa tidak puas dengan bentuk badannya. Baik dalam ukuran tubuh yang terlalu besar atau bentuk wajah yang kurang proporsional.

Sudah bukan menjadi hal yang lumrah, jika kamu kerap menyesali atau bahkan menangisi kekurangan tubuh yang kamu miliki. Karena mereka yang mengalami hal ini tergolong dalam sekelompok orang yang terkena Body Dismorphic Disorder (BDD) atau rasa tidak puas yang esktrem pada tubuh.

Menurut penjabaran dokter bedah plastik, dr. Aditya Herwandar Sastrasupena, SpBP-RE, kelainan terjadi karena seseorang selalu merasa tidak puas terhadap bentuk tubuh yang dimiliki. Penderita cenderung akan mengalami kegelisahan sepanjang waktu karena menganggap penampilannya tidak pernah sempurna.

"Body Dismorphic Disorder adalah kelainan di mana seseorang ngga pernah merasa puas dengan keadaan tubuhnya," terang dr. Aditya saat ditemui Info Manis beberapa waktu lalu di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

"Meskipun sudah melakukan segelintir tindakan atau perubahan apapun, mereka tetap tidak akan puas dengan hasilnya," lanjutnya.

dr. Aditya menambahkan bahwa umumnya para penderita ini akan melakukan survei ke beberapa klinik kecantikan terlebih dahulu sebelum mereka melakukan sebuah tindakan penyempurnaan bentuk tubuh.

"Mereka melakukan window shopping ke beberapa klinik untuk 'mengerjakan' hidungnya misalnya. Dengan melakukan survei terlebih dahulu, seharusnya mereka tahu mana klinik yang bagus dan tidak. Tapi sayangnya, mau bagaimanapun hasilnya, mereka akan merasa kalau hasilnya itu kurang," terangnya lebih lanjut. 

Body Dismorphic Disorder tentu bisa berujung bahaya. Karena orang yang mengalami kelainan ini bisa terus merasa tertekan akan penampilannya.

Dan jika kelainan ini tidak segera diobati, maka pasien bisa mengalami depresi yang berkepanjangan. Ancaman gangguan kesehatan pun tak bisa terhindari.

Fakta 5 Arti Kontak Mata, Bikin Langsung Jatuh Hati

Fakta 5 Arti Kontak Mata, Bikin Langsung Jatuh Hati


Fakta 5 Arti Kontak Mata, Bikin Langsung Jatuh Hati

Mata memang mempunyai peranan penting dalam sebuah hubungan romansa. Diibaratkan sebagai jendela jiwa, mata mampu membuat hati seseorang bergetar saat menatap mata lawan jenis. 

Dan agaknya hanya butuh beberapa detik saja sampai tatapan tersebut berbekas di hati. Karena jika mata sudah tidak bisa berpaling darinya, sinyal-sinyal ketertarikan akan muncul dan bisa dipastikan ada sesuatu yang menarik dari si dia untuk kamu gali lebih dalam.

Tak hanya itu saja, ada alasan lain kenapa mata bisa membuat seseorang merasakan jatuh cinta. Dilansir Boldsky, inilah sederet fakta menarik tentang eye contact atau kontak mata dalam awal mula sebuah hubungan:

1. Eye Contact Bikin Hati Berdebar

Hmm..apa jadinya jika ada seseorang yang menatap kamu dengan pandangan penuh arti? Terlebih, jika si dia adalah sosok yang selama ini telah kamu kagumi sedari dulu.

Tentu kamu akan merasa senang bukan main, hati akan berdebar kencang karena tak kuasa merasa rasa bahagia saat ditatap olehnya. Jika si dia juga merasakan hal yang sama, maka bisa dipastikan bukan cuma hati kamu yang berdebar seorang diri, tapi juga hatinya akan menimbulkan ritme debaran yang sama.

2. Eye Contact adalah Cara Wanita Menyampaikan Perasaannya

Bisa dikatakan mudah bagi seorang wanita untuk menyampaikan perasaannya terhadap pria yang mereka suka. Dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan eye contact atau pandangan mata.

Tak hanya sekali, wanita cenderung akan menatap sosok laki-laki tersebut berkali-kali. Biasanya sekali pandang wanita akan menghabiskan beberapa menit dalam menatap pria yang mereka kagumi.

3. Eye Contact adalah Tanda Cinta pada Pandangan Pertama

Para peniliti menilai bahwa saat seseorang saling menatap dengan orang yang mereka suka maka bola mata mereka akan membesar untuk menandakan ketertarikan antar satu sama lain. Dan 90 persen dari penelitian yang sudah dilakukan, peneliti telah membuktikan kebanyakan para pasangan mengaku jika rasa suka yang pertama kali muncul terhadap pasangan dimulai dari sebuah tatapan. Oleh karena itu, mata mempunyai peran yang sangat besar dalam tumbuhnya rasa suka pada diri seseorang terhadap lawan jenis.

4. Eye Contact Sebagai Cara Penghilang Stres

Percaya atau tidak, stres yang sedang kamu rasakan ternyata bisa hilang saat kamu menatap wajah seseorang yang kamu suka. Meskipun kamu belum mengetahui apakah si dia menaruh perasaan yang sama atau tidak namun perasaan senang dan lega akan muncul dengan sendirinya ketika kamu berhasil memandang wajah si dia. Stres yang sedang kamu rasakan akan tertutup  dengan perasaan senang yang lebih mendominasi.

5. Eye Contact Jadi Awal Kesuksesan Sebuah Hubungan

Disebutkan di awal jika mata mempunyai peran yang besar dalam menyalurkan sinyal ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis. Ya, bahkan hal ini dibuktikan dengan sebuah studi yang menyatakan bahwa eye contact akan menyebabkan otak mampu menangkap sinyal tersebut.

Jika kamu menginginkan adanya sebuah progres, maka kamu bisa menatap sosok yang kamu kagumi lebih lama dan tentunya dengan pandangan yang meyakinkan. Karena saat si dia berhasil menangkap sinyal yang kamu berikan, proses inilah yang menjadi penentu kelanjutan hubungan kamu dengan si dia.




Keunggulan Anak Kedua yang Belum Tentu Diketahui

Keunggulan Anak Kedua yang Belum Tentu Diketahui

Setiap orangtua tentunya mampu membedakan karakter masing-masing anak mereka. Terutama saat seorang anak sudah beranjak dewasa, karakter mereka akan lebih terbentuk seingga para orangtua mudah menentukan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki anaknya.

Mungkin sebagian besar orang tua menganggap jika anak sulung atau anak pertama mempunyai otak yang lebih cerdas dibandingkan dengan anak kedua atau anak ketiga. Tanggung jawab yang besar sebagai seorang kakak dari saduara-saudaranya membentuk anggapan yang menggambarkan kehebatan berpikir anak pertama.

Namun, baru-baru ini sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa bukan anak pertama atau ketiga yang lebih berkompeten untuk meraih masa depan yang lebih sukses. Melainkan anak kedua yang justru diperkirakan akan mendulang kesuksesan suatu saat nanti. Apa alasannya?

1. Diplomatis

Tak dapat dipungkiri bahwa anak kedua sejatinya lebih berani mengungkapkan pendapat dibandingkan dengan kakak dan adiknya. Sifat diplomatis ini terbentuk karena umumnya anak pertama telah mempunyai tempat spesial di hati orangtuanya, sedangkan anak ketiga cenderung lebih mudah untuk menarik perhatian dengan cara apapun. 

Rasa kasih sayang orangtua yang terbagi tentu membuat anak kedua sibuk mencari perhatian dengan cara mengeluarkan pendapatnya. Karakter ini pula yang akan membuatnya lebih berkompeten saat sedang berada dalam suatu kompetisi.

2. Mampu Bekerja dengan Tim

Semua anak tentu diajarkan untuk berbagi dengan sesama, termasuk dengan saudara kandungnya. Anak kedua diperkirakan memiliki kemampuan berbagi yang lebih baik dibandingkan dengan anak pertama atau ketiga, karena ia biasanya akan mendapatkan barang-barang bekas sang kakak yang masih layak dipakai.

Berbeda dengan anak ketiga yang biasanya akan mendapatkan barang baru, karena kualitas sebelumnya telah usang. Alasan inilah yang membuktikan bahwa anak kedua mampu bekerja dalam sebuah tim.

3. Tidak Egois

Anak kedua bisa dikatakan sebagai sosok yang memiliki tingkat kesabaran paling tinggi. Kebiasaan buruk orangtua yang cenderung membedakan seluruh anak mereka diperkirakan menjadi alasan utama kenap ia lebih mudah menerima hal tersebut dengan lapang dada.

Bentuk keikhlasan tersebut yang pada akhirnya akan membantu anak kedua bisa menerima segala situasi dan kondisi yang sedang dialami olehnya. 

4. Mempunyai Kemampuan Memimpin

Dibandingkan dengan anak pertama yang hanya bertugas sebagai panutan untuk andik-adiknya, anak kedua justru mempunyai panutan sekaligus bisa menjadi contoh kakak yang baik bagi adiknya. Kedua sifat inilah yang kelak akan membuat anak kedua mengembangkan kemampuan mereka dalam bernegosiasi dan berempati.

Pada waktu yang sama, anak kedua bisa menjadi karakter yang fleksibel tanpa harus membuat sesuatu menjadi lebih kompleks. 

5. Mudah Bersosialisasi

Dengan semua karakter yang dimiliki anak kedua membuatnya mampu memposisikan dirinya di tengah masyarakat. Baik situasi lingkungan yang ramai atau sepi, anak kedua cenderung bisa bersosialisasi dengan siapa saja.

Hubungan pertemanan pun diperkirakan akan terjalin sangat kuat. Tak hanya dianggap sebatas teman, namun anak kedua justru menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga.

Kategori

Kategori