Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

Artis Savhi Crespin di Tangkap Polisi Berkat Gojek


Artis Savhi Crespin di Tangkap Polisi Berkat Gojek

Publik kembali dihebohkan dengan penangkapan seorang artis lantaran kasus narkoba. Kali ini giliran seorang artis pendatang baru bernama Savhi Crespin atau Safitri Crespin.

Polisi menangkap Savhi dan kekasihnya, Canggih Putra, lantaran kasus narkoba pada 23 Oktober kemarin. Proses penangkapan Savhi ini rupanya cukup menarik dikarenakan melibatkan ojek online.

Pengedar yang jual narkoba pada Savhi memanglah mengirimkannya lewat ojek online. Sang pengemudi ojek ini diberhentikan di tengah jalan tanpa aplikasi, dan diberi uang Rp 300 ribu untuk kirim barang haram itu.

Tetapi sang pengemudi ojek merasa curiga dan akhirnya melapor pada polisi. Polisi lalu menyamar menjadi sang pengemudi ojek untuk mengelabui Savhi serta kekasihnya.

“Setelah tiba di tempat tujuan tim yang menyamar jadi driver GOJEK menelpon seseorang yang akan terima paketan itu. Beberapa menit kemudian seorang lelaki keluar dari rumah untuk menerima paketan itu,” unyi pernyataan yang dirilis pihak kepolisian. “Sesudah barang paketan itu diterima oleh seorang laki-laki itu dengan segera tim lakukan penangkapan. ”

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkap bahwa Savhi sudah pesan narkoba pada pengedar “A” beberapa kali. “Antara A dan SF ini telah kenal dan pesan beberapa kali. Menariknya ini ojek online tanpa apliasi disetop di jalan disuruh kirim, dengan ongkos Rp 300 ribu,” ungkap Jean Calvijn di Polda Metro Jaya, pada Minggu (29/10).

Tidak hanya menangkap Savhi serta Canggih, polisi rupanya juga mengambil alih beberapa barang bukti. Barang bukti yang berhasil diamankan polisi yaitu sabu seberat 0,5 gram, ganja seberat 86,54 gram, cangklong, alat isap dan sebuah ponsel.



Cek Kebenaran Berita Hoax Jangan Tanya di Sosmed


Cek Kebenaran Berita Hoax 

Sekarang ini, berita hoax mudah sekali tersebar dimana-mana. Masalahnya, penyebaran berita hoax bisa menyebabkan kesalahpahaman. Hal-hal yang buruk bila tersebar tanpa konfirmasi, bisa merugikan banyak pihak.

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu berita. Dengan hal ini, pastikan bahwa berita yang Anda baca itu benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lihat Sumber Berita

Kalau berita tersebut berasal dari link yang terlihat mencurigakan, maka jangan dipercaya. Link yang mencurigakan biasanya yang diakhiri oleh com.co, atau dengan mirip nama situs berita terkenal. Tampilan website yang asal-asalan juga bisa jadi tanda apakah situs tersebut memberitakan berita yang benar atau hoax.

Terlihat Memprovokasi

Judul provokatif dan berlebihan? Bisa jadi itu berita hoax. Situs berita yang punya kredibilitas tidak mungkin memberikan judul yang provokatif, karena isinya harus dipertanggungjawabkan. Begitu juga bila menerima pesan hoax di whatsapp atau messenger lainnya, cermati dulu nada dari pesan tersebut. Bila terlihat provokatif, cek ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti.

Cek ke Call Center

Call center akan memberikan penanganan langsung dan memberikan pemahaman pada pelanggan akan berita hoax tersebut. Selanjutnya, bila memang benar akan ditindaklanjuti.

Menyebarkan berita hoax untuk mengecek kebenarannya juga bukan langkah yang bijaksana. Karena dengan begitu, kamu jadi salah satu penyebar berita hoax tersebut.  Orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan menggunakannya sebagai fitnah sehingga sulit untuk dicari ujungnya darimana berita hoax ini berasal. Inilah pentingnya untuk melaporkan langsung pada pihak berwajib atau call center, sehingga tidak tersebar lebih jauh.

Yuk, lebih smart dalam bersosial media. Jangan langsung percaya berita hoax, laporkan pada pihak berwajib atau call center untuk menyelesaikannya.


Golkar Dukung Emil di Pilgub Jabar, Siapa yang Diusung PDIP

Golkar Dukung Emil di Pilgub Jabar, Siapa yang Diusung PDIP

Golkar Dukung Emil di Pilgub Jabar, Siapa yang Diusung PDIP

Sekitar sebulan yang lalu, Golkar dan PDIP menyatakan kompak memberi kode untuk mengusung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar. Dalam sebuah acara yang digelar di kediaman Sekjen Golkar Idrus Marham pada (6/8) lalu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tak menampik akan sejalan dengan Golkar di Pilgub Jabar yaitu untuk tidak mengusung Ridwan Kamil.

Peta politik memang cepat berubah. Hanya dalam hitungan sebulan, beredar surat dukungan dari DPP Golkar bagi Ridwan Kamil untuk maju di Pilgub Jabar. Meski Sekjen Idrus Marham dan Ketua Harian Nurdin Halid masih enggan buka suara, dalam surat tersebut, DPP mantap menyandingkan Ridwan Kamil dengan politikus Golkar Daniel Mutaqien. 

"Di Jabar kami itu bisa mengajukan sendiri. Kami bisa mengusung tanpa koalisi. Meskipun demikian kami membangun komunikasi dengan partai lain," ujar Hasto ketika dihubungi kumparan, Jumat (22/9). 

"Tiap parpol punya kedaulatan dan sikap masing-masing sehingga kami tidak akan campuri urusan parpol lain," lanjutnya. 

Hingga saat ini, Hasto mengatakan partainya sudah mengantongi beberapa nama cagub Jabar. Namun, PDIP masih menunggu momentum untuk mengumumkan deklarasi cagub Jabar. 

"Nama-nama sudah mengerucut tapi untuk deklarasinya menunggu momentum. Beberapa paslon yang dapat rekomendasi di pilkada sudah kami kontak," tuturnya. 

"Kami punya strategi, mekanisme dalam pengusungan calon," ujarnya. 

Sejauh ini, PDIP mengaku menggodok sejumlah nama untuk diusung di Jabar, baik dari internal maupun eksternal partai. Kader eksternal yang masuk radar yaitu Dedi Mulyadi serta Ridwan Kamil. Sementara itu kader internal yang digodok antara lain TB Hasanuddin, Puti Guntur Sukarnoputri dan Rieke Diah Pitaloka. 

Sumber : kumparan.com

Bayar Tol Tak Perlu Buka Jendela, Ini Harga Alatnya

Bayar Tol Tak Perlu Buka Jendela, Ini Harga Alatnya

Bayar Tol Tak Perlu Buka Jendela, Ini Harga Alatnya

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tengah melakukan uji coba alat pembayaran tol bernama JM Acces berbasis on board unit (OBU). Pengguna tol yang menggunakan alat ini tak perlu membuka jendela seperti membayar dengan uang tunai maupun elektronik. Berapa harganya?

Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur menerangkan, alat tersebut masih diuji coba pada bus Damri sebelum nantinya dipasarkan secara luas. Dia mengatakan, perseroan belum memutuskan harga jual dari alat tersebut.

Dia bilang perseroan tengah berdiskusi dengan manajemen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang turut mengembangkan produk ini. Telkom, ujar dia, mengusulkan harga Rp 200 ribu-Rp 300 ribu.

"Kalau tadi teman-teman bilang hari ini masih Rp 200 ribu. Tapi saya berharap harus lebih rendah lagi kalau skala ekonomi besar, kata kunci MLFF penetrasi tadi, bagaimana penetrasi tinggi," ujar dia.

Herry menambahkan, seharusnya uji coba bisa berlangsung dengan cepat sehingga bisa dipasarkan ke masyarakat tahun ini.

"Kita lihat sebulan ini mestinya, bahkan bisa lebih cepat harusnya. Karena teknologi enggak perlu PoC, prove on concept. Koncepnya sudah dicoba negara lain," ujar dia.

Jasa Marga Uji Coba Alat Pembayaran Tol

PT Jasa Marga Tbk melakukan uji coba alat pembayaran tol JM Acces berbasis on board unit (OBU) di Gerbang Tol Kapuk ruas Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng pada Jumat ini (15/9/2017). Dengan alat pembayaran ini, maka pengguna tol tidak perlu membuka jendela kendaraan.

Keberadaan alat pembayaran ini merupakan kerjasama antara PT Jasa Marga Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan Perum Damri.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Herry TZ mengatakan, penyediaan alat pembayaran ini sejalan dengan rencana pemerintah menerapkan pembayaran nontunai di seluruh tol. Rencananya, seluruh tol tak melayani pembayaran tunai pada 31 Oktober 2017.

"Kita sudah ujicoba penggunaan OBU untuk JM Acces ini bagian kesibukan hari-hari terakhir menuju jalan tol tanpa tunai," kata dia usai uji coba alat pembayaran tersebut di Jakarta.

Menurutnya, alat pembayaran ini akan melengkapi pembayaran nontunai yang sudah ada yakni uang elektronik. Alat ini berukuran kecil dan ditempel di bagian depan mobil. Pengguna tol cukup mendekati pintu atau penghalang supaya terbuka. Pengguna tol tak perlu membuka jendela layaknya menggunakan uang tunai maupun uang elektronik.

Herry mengatakan, alat ini baru digunakan bus Damri. Dia berharap, ke depan akan semakin banyak yang menggukan JM Acces OBU. "Harapan kami menyusul ke organisasi atau instansi lain, saya lihat Bluebird, travel," ujar dia.

Kategori

Kategori