Showing posts with label Kemenpar. Show all posts
Showing posts with label Kemenpar. Show all posts

Pantai di Lombok Masuk 8 Tempat Terbaik untuk Yoga

Pantai di Lombok Masuk 8 Tempat Terbaik untuk Yoga


Keindahan pantai-pantai di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Selama ini, pantai-pantai di Lombok sudah menjadi salah satu destinasi wajib bagi travelista.

Bukan hanya sebagai tempat untuk memuaskan hobi surfing atau berseluncur di atas ombak, pantai-pantai di Lombok juga dianggap cocok bagi penggemar yoga. Beberapa waktu lalu, laman Malay Mail membahas delapan pantai terbaik untuk yoga pada musim panas ini.

Nah, pantai di Lombok bersanding dengan tujuh tempat terbaik dari seluruh dunia. 
Malay Mail tidak menyebutkan secara detail nama pantai di Lombok yang layak dikunjungi penggemar yoga. Tetapi, pantai-pantai di pulau cantik di sebelah timur Bali itu memang keren.

Salah satu media berpengaruh di Malaysia itu hanya membahas Lombok secara keseluruhan. Meski begitu, ulasan Malay Mail sudah cukup membuktikan status Lombok sebagai lokasi yang indah untuk yoga.

“Destinasi yang tidak boleh dilewatkan oleh penggemar yoga yang masih amatir maupun yang sudah profesional,” demikian tulis Malay Mail. Salah satu faktor utama Lombok layak dijadikan tempat melakukan yoga adalah suasananya yang tenang.

Malay Mail pun mengakui hal itu. Media yang berbasis di Petaling Jaya itu menyebut suasana di Lombok berbeda dengan Bali. “Lombok di Nusa Tenggara menawarkan suasana tenang dari keramaian di Bali,” imbuh Malay Mail.

Selain itu, Lombok juga bisa memanjakan para penggemar yoga dengan berbagai pilihan.
“Ada banyak pilihan untuk kelas yoga di pulau itu,” tambah Malay Mail.

Selain mengulas Lombok, Malay Mail juga membahas beberapa lokasi lain di penjuru dunia. Yakni, Tulum di Meksiko, Arambol (India), Joatinga (Brasil,Cascais (Portugal), Nicoya Peninsula (Kosta Rika), dan Fuerteventura (Canary Islands).


“Fakta bahwa tagar #BeachYoga digunakan lebih dari 430 ribu kali di Instagram pada Juni menunjukkan betapa populernya ide itu (yoga di pantai),” tambah ulasan Malay Mail.

Awal Maret 2017 lalu, situs review TripAdvisor juga mengeluarkan daftar 10 destinasi terbaik se-Asia. "Alhamdulillah, Lombok juga masuk dalam daftar 10 besar, selain Bali. Lombok bahkan mengalahkan Tokyo, Jepang! Ini branding yang bagus buat Lombok NTB," kata Menpar Arief Yahya.

Tiap tahun, TripAdvisor mengeluarkan daftar 'Top 10 Traveller's Choice Destinations Asia'. Nah, data ini sangat valid dan terpercaya, karena berdasarkan suara travellers. Daftar ini disusun berdasarkan review dan rating dari traveler yang ditulis di TripAdvisor selama 1 tahun penuh dari berbagai destinasi di dunia.

Bali, kata Menpar Arief, masih tetap nomor satu, baik Asia maupun dunia. Karena itu, dia juga berterima kasih pada lama Malaysia, Malay Mail yang secara jujur menempatkan Lombok dalam daftar pantai terbaik. "Penghargaan terhebat itu adalah yang datang dari "musuh" emosionalnya," kata Arief.

Nah, bagi para Traveler yang ingin mencatat lagi, berikut daftar lengkap 'Top 10 Traveller's Choice Destinations in Asia versi TripAdvisor', yang dirilis Maret 2017 lalu.

  1. Bali, Indonesia 
  2. Siem Reap, Kamboja 
  3. Phuket, Thailand 
  4. Hoi An, Vietnam 
  5. Kathmandu, Nepal 
  6. Hanoi, Vietnam 
  7. Ko Samui, Vietnam 
  8. Bangkok, Thailand 
  9. Lombok, Indonesia 
  10. Tokyo, Jepang


Parade Kapal Meriah, Kemenpar Ikut Kibarkan #JayalahPancasila

Parade Kapal Meriah, Kemenpar Ikut Kibarkan #JayalahPancasila


Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sukses mengangkat sejarah, budaya dan destinasi unggulan di manapun di tanah air. Semangat nasionalisme yang dibangun Menpar Arief Yahya, tetap mengarah pada spirit profesional, membangun kebanggaan dengan berjaya di pariwisata dunia.

"Kejayaan Pancasila itu harus dibangun melalui sukses di level dunia. Kita ini bangsa pemenang, dan pariwisata membuktikan menang di 22 negara dan 46 nomor yang dikalibrasi dengan global standart sejak 2016," jelas Menteri Arief Yahya.

Tidak terkecuali di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sarat dengan sejarah lahirnya Pancasila. Momentum Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2017 ini tetap dirayakan di Ende, Flores, NTT dengan Pesona Parade Kebangsaan.

Arief Yahya sendiri sempat hadir 2015 lalu untuk mengikuti prosesi dan rangkaian perhelatan "Pesona Parade Kebangsaan" itu. Tahun ini Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan yang mewakili Menpar di pesta budaya hingga upacara peringatan 1 Juni 2017 di Lapangan Pancasila, Ende, Flores NTT.

Upacara yang digelar dengan khidmat itu dipimpin langsung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

"Dengan memperingati lahirnya Pancasila oleh Bung Karno di Ende ini, kita harus terus mempertahankan keberagaman, cita-cita mulia Bung Karno untuk Indonesia yang satu, harus terus dipertahankan oleh bangsa kita,"kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan langsung oleh Menteri Eko.

Kemenpar pun ikut andil dalam mengkumandangkan #JayalahPancasila di acara tersebut. Pasalnya, Setelah penampilan para seniman dan Wayang Ajen di Puncak Danau Tiga Warna Kelimutu pada Rabu (31/5) pagi, acara berlanjut ke kegiatan parade seni dan budaya pada malam harinya di Lapangan Pancasila di pusat wilayah Kabupaten Ende.

Ribuan masyarakat berkumpul bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Bupati Ende Marsel Petu, Kemenpar yang diwakili Deputi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti, dan seluruh stake holder di wilayah NTT. Mereka sangat antusias menyaksikan penampilan demi penampilan seni dan budaya di atas panggung utama yang ditampilkan seluruh komunitas dan kelompok seni budaya di Ende, NTT.

Setelah parade seni dan budaya, acara berlanjut ke Taman Inspirasi yang letaknya bersebelahan dengan Lapangan Pancasila. Di taman inilah dahulu, saat Soekarno diasingkan oleh Belanda ke Ende, tercetus pemikiran Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.

Butir-butir Pancasila, oleh Soekarno, terinspirasi dari kehidupan masyarakat Ende yang majemuk namun dapat hidup berdampingan dengan damai.

Acara malam renungan Bung Karno berlangsung khidmat. Dimulai dengan mengheningkan cipta, pembacaan doa, doa bersama, pembacaan beberapa kutipan ujaran atau kata mutiara Bung Karno, dan penyalaan lilin api secara bersama-sama, yang dimulai dari api yang satu dengan saling berbagi.

Hal tersebut menggambarkan pelita bangsa dibangun berdasarkan semangat gotong royong. Esthy Reko Astuti didampingi Wawan Gunawan dalam sambutannya mengatakan, Parade Pesona Kebangsaan menjadi atraksi utama dan geliat pariwisata di Flores. Menjadi brand dan citra khusus Ende, dibandingkan dengan kota lain di Indonesia.

"Parade Pesona Kebangsaan kini telah menjadi ikon dari kota dan masyarakat Ende, sesuai dengan amanat pak Menteri Pariwisata Arief Yahya, bahwa acara besar ini harus dilaksanakan secara konsisten dan pagelarannya harus terus meningkat kualitasnya bahkan harus berkelas dunia," kata Esthy.

Parade Pesona Kebangsaan juga melengkapi daya tarik alam yang telah melegenda di Kabupaten Ende, seperti Danau Kelimutu, desa-desa adat serta alam tropis Flores.

"Daya tarik ini hendaknya disadari penuh dan dikemas secara profesional dengan standar global," ujarnya.

Pemerintah, sebut Esthy, sebelumnya telah menetapkan Badan Otorita Terpadu Labuan Bajo, NTT, sebagai satu dari sepuluh destinasi prioritas. Strategi dan arah kebijakan telah digariskan dan kini giliran masyarakat dan para pemangku kepentingan yang perlu terlibat dan berperan.

"Kita harus menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, menghidupkan kreativitas budaya sekaligus mempererat soliditas sosial," kata sambutan Menpar Arief Yahya yang dibacakan langsung oleh Esthy.

Esthy berharap penyelenggaraan Parade Pesona Kebangsaan dapat diselengarakan secara berkelanjutan serta dikelola dengan lebih kreatif dan tentunya melibatkan partisipasi warga yang akhirnya dapat menjadi perayaan tahunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Ende dan Indonesia secara keseluruhan.

Pemerintah akan terus mendukung, terutama melalui tiga langkah prioritas. Yakni digitalisasi pemasaran, pembangunan homestay desa wisata dan aksesibilitas bandara, yang juga hendaknya menjadi panduan bagi pemda, swasta dan masyarakat.

"Sesuatu yang tidak terlalu sulit bagi Ende karena modal sosial dan infrastruktur telah terbentuk," kata Menpar Arief Yahya lagi seperti diungkapkan oleh Esthy.

Parade Kapal juga berjalan sangat meriah. Betapa tidak, satu kapal besar milik TNI Angkatan Laut bersandar di Dermaga Ende yang mengangkut berbagai suku dan agama sambil memekikkan #JayalahPancasila.

Dengan iringan lagu Garuda Pancasila branding nasional milik Kemenpar #PesonaIndonesia bertebaran dan berkibar di puluhan kapal peserta lomba yang juga bagian dari rangkaian Parade Pesona Kebangsaan 2017.

Seperti diketahui, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar mendukung acara puncak yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2017 di Lapangan Pancasila, Ende, Flores.

Kabupaten Ende menjadi saksi kehidupan Ir. Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia. Kentalnya nilai sejarah yang dialami Bapak Plokamator yang lahir pada 6 Juni 1901 dengan daerah ini diabadikan melalui event tahunan Parade Pesona Kebangsaan 2017 untuk napak tilas sejarah Bung Karno di Ende.

Tidak hanya soal Bung Karno, di Ende, destinasi wisatanya sangat banyak dan beragam. Selain Taman Renungan Bung Karno dan Rumah Pengasingan Bung Karno, Pesona Ende memiliki Kampung Adat Wolotopo, Danau Kelimutu (Danau Tiga Warna), Museum Tenun Ikat, Pantai Ria atau Pantai Ende, Kampung Adat Jopu, Pasar Tradisional Ende, Pantai Batu Biru, Air Terjun Murondao dan Museum Bahari Ende.

Lihat Atraksi Suku-Suku Papua di Festival Danau Sentani 2017

Lihat Atraksi Suku-Suku Papua di Festival Danau Sentani 2017


Festival Danau Sentani 2017 (FDS 2017) kembali digelar di kawasan wisata Khalkhote, Sentani Timur, Papua pada 19-23 Juni mendatang. Festival tahunan yang masuk dalam kalendar nasional Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini dimeriahkan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, Kemenpar ikut mendukung salah satu gelaran event besar di Provinsi Papua ini, karena FDS 2017 menjadi sarana penting dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai seni budaya dan kreatifitas masyarakat yang ada di sekitar Danau Sentani.

Selain itu juga menjadi atraksi dan daya tarik untuk mendatangkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) khususnya ke Jayapura maupun Indonesia pada umumnya.

“Pariwisata dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi perpindahan penduduk dari daerah ke kota-kota besar. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata perlu diperhatikan meliputi atraksi, akses dan amenitas-nya," ujar Esthy di Jakarta.

Wanita berhijab ini juga menuturkan, pada FDS yang yang dihelat ke-10 kalinya ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan di antara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin di antara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok.

“Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara di antaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata. Semua kalangan ikut memeriahkan agenda tersebut tanpa melihat mereka siapa, dari mana, dan beraga apa, itulah hebatnya masyarakat Papua,” ujarnya.

Seirama dengan Esthy, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, event FDS 2017 kali ini mengusung tema “Satu Dalam Keanekaragaman Meraih Kejayaan (One in Diversity achieve Greatness)” maksud dan makna dari tema ini tidak lain untuk menghilangkan perbedaan antar suku dan menjadikan masyarakat yang sejahtera.

“Pesan dari tema tersebut mengandung arti, 'hakekat masyarakat yang berbudaya adalah hakekat yang semakin mensejahterakan hidup itu sendiri. Mengembangkan dan melestarikan budaya berarti pula mengembangkan kesejahteraan,” ujar Mathius.

Lebih lanjut ia mengataakan, FDS 2017 akan diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri, akan turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.

“Kami yakin jika FDS ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan saja pada saat pelaksanaan festival berlangsung tapi juga setelah pelaksanaan, karena diharapkan wisatawan-wisatawan akan semakin mengenal potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat terutama budaya, produk-produk kerajinan dan potensi keindahan alam dan keramahan yang dimiliki, sehingga akan semakin banyak wisatawan yang datang, pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran Festival Danau Sentani 2017. Menurutnya Danau Sentani menjadi salah satu keindahan yang dimiliki tanah Papua, yang terbesar di provinsi paling ujung timur Indonesia itu. Papua memiliki banyak keunikan, ada gunung bersalju abadi di atas ketinggian 4.000 meter, ada taman nasional laut Raja Ampat yang selalu nomor satu di dunia untuk kategori Wisata Bahari.

“Danau Sentani juga bagus, indah, dan punya kekuatan atraksi, Selamat atas penyelenggaraan Festival Danau Sentani 2017, sukses buat warga Jayapura,” ungkapnya.

Kategori

Kategori