Showing posts with label Obesitas. Show all posts
Showing posts with label Obesitas. Show all posts

5 Tips Mengecilkan Perut

5 Tips Mengecilkan Perut


5 Tips Mengecilkan Perut


1. Senam Aerobik

Senam Aerobik adalah salah satu jenis olahraga yang paling direkomendasikan karena dapat membakar kalori secara bertahap dan konsisten.

Berbeda dengan olahraga lain yang menguras tenaga dalam seketika seperti sepak bola atau lari jarak pendek, senam aerobik mempertahankan unsur-unsur penting dari aktivitas fisik yang baik, yaitu berkesinambungan, memiliki ritme dengan intensitas yang teratur berupa gerakan pemanasan, klimas, dan pendinginan. Hal tersebut membuat asupan oksigen yang dipakai tidak cepat habis dan dapat membakar kalori secara efektif.

2. Berenang

Berenang adalah olahraga yang dapat mengecilkan perut buncit tanpa memberikan beban pada titik tumpuan tertentu dari tubuh.

Hal ini akan sangat membantu seseorang yang memiliki obesitas untuk dapat berolahraga dengan nyaman tanpa membebani kakinya untuk menopang badan. Prinsip pada olahraga renang tidak jauh berbeda dengan senam aerobik, dimana pembakaran oksigen dan kalori terjadi secara bertahap.

3. Jogging

Jogging atau lari santai adalah pilihan olahraga paling sederhana untuk mengecilkan perut buncit. Setiap harinya Anda disarankan untuk melakukan olahraga ini minimal 30 menit untuk membakar 500-900 kalori dari tubuh Anda.
.
Jika Anda tidak memiliki waktu khusus untuk jogging, aktivitas seperti naik turun tangga atau memarkirkan kendaraan Anda jauh dari tempat kerja atau pusat perbelanjaan dapat Anda lakukan untuk tetap menjaga aktivitas fisik Anda.

4. Bersepeda

Bersepeda adalah kegiatan yang termasuk salah satu olahraga aerobik yang dapat membakar kalori secara bertahap dan dapat mengecilkan perut buncit dengan efektif.

Bersepeda 30 menit setiap harinya setara dengan pembakaran kalori sebesar 300 kalori. Selain perut buncit yang menghilang, kegiatan bersepeda juga dapat melatih otot paha dan tungkai Anda agar lebih kuat.

5. Olahraga pembentuk otot perut

Olahraga yang dapat membentuk otot perut diperlukan agar lemak yang tertimbun di perut dapat terbakar dengan baik dan tergantikan oleh masa otot.


Makan Bersama Keluarga Bisa Cegah Anak Alami Obesitas


Tak sedikit keluarga yang melupakan sarapan bersama di pagi hari dengan alasan mesti segera menghadiri meeting, menghindari jalanan macet, atau supaya anak tidak telat sampai di sekolah. Padahal, sarapan di pagi hari bersama-sama memiliki sisi positif yang bermanfaat untuk si kecil. Apa itu?

Selain mujarab untuk mengakrabkan hubungan dan komunikasi antar keluarga, ternyata menurut penelitian dari University of Minnesota, sarapan bersama keluarga bisa membantu meningkatkan kesehatan keluarga dan juga mencegah si kecil menderita obesitas.  

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics ini, mengungkapkan bahwa pola sarapan bersama keluarga bisa memengaruhi pilihan makanan anak-anak dan remaja ketika mereka makan di luar.

Secara lugas, hasil penelitian juga mengatakan bahwa sarapan bersama lebih efektif untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak, dibandingkan makan siang atau makan malam bersama.

 "Kami menemukan bahwa sarapan bersama ternyata lebih berperan untuk menurunkan kelebihan berat badan dan obesitas," ujar Nicole Larson, Pemimpin Penelitian.

"Ada sejumlah studi yang menunjukkan, anak yang sering sarapan dengan keluarganya, memiliki pola makan yang lebih bergizi dan lebih sehat. Ini akan membuat mereka akhirnya memiliki berat badan yang ideal," imbuhnya. 

Penelitian ini melibatkan 2.793 responden di sekitar Minneapolis, Amerika Serikat.  Masing-masing responden mengaku memiliki ritual sarapan bersama keluarga dengan frekuensi yang variatif.

Ada yang menjawab 1-2 kali seminggu dan 4-5 kali seminggu. Namun, umumnya responden melaporkan minimal sebanyak 3-6 kali seminggu, mereka sarapan dengan keluarga. Sementara  itu, hanya 1 dari 5 remaja yang menyatakan selalu sarapan bersama keluarga setiap hari.

"Hasilnya, 44 persen responden yang tidak pernah sarapan bersama berisiko obesitas, sedangkan yang sering sarapan dengan keluarga, risikonya lebih kecil, hanya sekitar 33 persen," ujarnya.

Hal ini disebabkan oleh karena banyak orang yang menjaga kualitas makanan yang mereka konsumsi saat sarapan. Umumnya, mereka memilih buah, roti gandum,susu, makanan sehat, oatmeal, dan sayuran.

Akhirnya, penelitian menyimpulkan bahwa sarapan bersama keluarga, merupakan cara praktis untuk menjalani diet sehat. Kendati demikian, meskipun memilih makanan sehat di pagi hari, masih banyak orang yang memilih jenis makanan berlemak, tinggi kolestrol, dan berminyak, kala makan siang dan makan malam

Kategori

Kategori