Showing posts with label Smartphone. Show all posts
Showing posts with label Smartphone. Show all posts

Razer Bakal Rilis Smartphone Gaming

 

Razer Bakal Rilis Smartphone Gaming

Razer merupakan perusahaan yang khusus menyediakan peralatan gaming berkualitas. Kini, mereka mulai mencoba memanfaatkan pasar mobile yang semakin meningkat. Yah, Razer rencananya akan merilis smartphone khusus gaming yang pertama.

Spesifikasi Smartphone Gaming Razer High – End


Walaupun Razer belum memperkenalkan smartphone ke hadapan publik. Namun, secara desain nampaknya bakal mempertahankan ciri khas nya yaitu Green in the dark. Smartphone ini akan menggunakan OS Android Nougat 7.0.  Selain itu,  Smartphone ini kemungkinan bakal dilengkapi dengan lightning-fast Wi-Fi atau 5G connectivity serta baterai dengan kapasitas besar.

Sementara, dana yang digunakan untuk mengembangkan smartphone gaming ini tidak main – main yaitu sekitar Rp. 400 triliun sampai Rp. 650 triliun. Sebuah angka yang fantastis.

Akuisisi Nextbit,  Razer Ingat Hp Robin Yang Punya Cloud Storage 10 GB

Razer Bakal Rilis Smartphone Gaming


Sebelumnya,  mereka memang sedang giat dalam pengembangan smartphonenya. Mereka telah mengakuisisi Nextbit. Nextbit merupakan perusahaan yang mampu membuat smartphone bernama Robin dengan sistem cloud storage (Sekitar 100 Gb)  sehingga dapat membuat Hp mempunyai storage tak terbatas dan dapat menghemat RAM. Sehingga menjadi lebih efektif untuk melakukan pekerjaan berat seperti bermain game.

Dengan mengakuisisi Nextbit, mereka berhak mengambil alih perusahaan dan menarik beberapa karyawannya untuk fokus dalam pembuatan smartphone game ini

Walaupun begitu, Nextbit akan tetap berjalan sebagai perusahaan dengan manajemen yang terpisah dari Razer.

Selain mengakuisisi Nextbit, mereka juga mengakuisisi THX perusahaan teknologi bidang audio dan Three perusahaan provider Internet.

Rencananya, Smartphone ini bakal dirilis pada tahun 2018 mendatang. Sayangnya,  Smartphone ini bakal dibanderol dengan harga yang tak murah,  bagaimana apakah kamu masih ingin membelinya?



Ini 5 Fitur Android yang Jarang Diketahui Oleh Kita


Kemampuan smartphone Android tak dimungkiri terus berkembang dan semakin mumpuni. Mulai dari sekadar alat komunikasi, kini smartphone hadir dengan fitur yang lebih beragam.

Namun tak semua pengguna mengetahui beragam fitur yang ditawarkan smartphone Android. Untuk itu, berikut ini ada lima fungsi perangkat Android yang terkadang belum diketahui semua pengguna.

Meski sederhana, beberapa fungsi ini sebenarnya dapat memaksimalkan penggunaan smartphone. Lantas, apa saja fungsi itu? Berikut ini ada lima fitur tersembunyi Android yang dikutip dari Android Pit, 

1. Menjalankan perintah suara saat layar terkunci

Sejumlah smartphone Android sebenarnya memiliki fitur mengaktifkan pencarian berbasis suara, meski keadaan layar terkunci sekali pun. Namun fungsi ini baru berfungsi pada perangkat yang sudah mengaktifkan sistem pendeteksi suara.

Untuk mengaktifkannya, kamu cukup membuka "Google Settings", lalu pilih "Search and Google Now". Setelah itu pilih "Voice", dilanjutkan "Ok Google detection" dan aktifkan "Always On". Kini kamu cukup mengatakan "Ok Google" saat mengaktifkannya.

2. Mematikan dan mengatur ulang smartphone dari jarak jauh


Kehilangan smartphone merupakan hal yang sangat menjengkelkan. Terlebih, jika hal itu terjadi karena keteledoran atau aksi kejahatan yang dilakukan orang lain. 

Untungnya, Google memiliki fitur bernama Android Device Manager yang dapat digunakan untuk mengontrol perangkat dari jarak jauh. Melalui fitur ini, kamu dapat menghapus bahkan mengatur ulang perangkat ke modus factory reset untuk mencegah data disalahgunakan.

Menjadi kompas atau barometer


3. Menjadi kompas atau barometer


Kehadiran sejumlah sensor pada smartphone Android ternyata dapat difungsikan untuk beragam fungsi. Kamu cukup memasang aplikasi yang tersedia untuk memanfaatkan fungsi tersebut.

Apabila tertarik memanfaatkan smartphone sebagai kompas, kamu cukup memasang aplikasi seperti Smart Compass atau AndroiTS Compass Free. Sementara perangkat dengan barometer, dapat menggunakan Barometer Altimeter DashClock untuk memaksimalkannya. 

4. Memindai dokumen


Tak dimungkiri, mesin pemindai (scanner) masih cukup diminati mengingat penggunaan kertas yang masih tinggi. Namun tahukah kamu, smartphone ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai pemindai dokumen mobile.

Meski hasilnya tak terlalu bagus, kemampuan ini terbilang sangat membantu pengguna yang kerap membutuhan proses pemindaian secara cepat dan langsung. Kamu cukup memasang aplikasi seperti CamScanner atau Evernote untuk mengubah smartphone-mu menjadi pemindai.

5. Membuka tab Chrome dari perangkat lain


Pengguna yang kerap melakukan aktivitas dengan beberapa perangkat, fitur Google Chrome ini akan sangat membantu. Alasannya, kamu dapat membuka tab Chrome dari perangkat lain langsung dari smartphone Android.

Namun perlu diingat, saat memanfaatkan fitur ini, akun yang dimasukkan pada Chrome harus sama. Nantinya, saat kamu ingin membuka taB baru di smartphone, opsi tab yang berasal dari perangkat lain akan muncul.

5 Aplikasi Ini Perlu Dihapus dari Android

5 Aplikasi Ini Perlu Dihapus dari Android 

5 Aplikasi Ini Perlu Dihapus dari Android

Kehadiran aplikasi smartphone tentu saja bisa membantu penggunanya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun tak bisa dimungkiri bahwa makin banyak aplikasi di ponsel, makin cepat juga baterai terkuras.

Oleh karena itu, ada sejumlah aplikasi yang tampaknya perlu dihapus oleh pengguna smartphone Android, apa saja? Berikut adalah 5 aplikasi yang patut di-uninstall dari Android sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari Android Pit, Minggu (23/4/2017).

1. Aplikasi yang Diklaim Mampu Menghemat RAM


5 Aplikasi Ini Perlu Dihapus dari Android


Perlu kamu ketahui, aplikasi yang berjalan di background smartphone pastinya memakan kapasitas RAM dan baterai smartphone. Banyak yang menyarankan untuk menghemat kapasitas RAM, pengguna perlu memasang aplikasi yang bisa menghemat RAM.

Namun pada prinsipnya, aplikasi yang menghemat RAM ini justru menutup proses kerja aplikasi-aplikasi lain. Hal ini dianggap bisa memperparah masalah, sebab dengan proses penutupan secara paksa, berbagai aplikasi yang berjalan di background justru harus memulai kembali prosesnya.

Ilustrasi aplikasi untuk membersihkan RAM (Sumber:Pricebook.co.id)
Padahal, untuk membuka kembali aplikasi, dibutuhkan ruang di RAM dan juga baterai. Maka dari itu, aplikasi pihak ketiga yang mengklaim dirinya sebagai penghemat RAM sesungguhnya tidak diperlukan dan lebih baik dihapus dari Android.

2. Aplikasi Pembersih Smartphone

Aplikasi pembersih smartphone seperti Clean Master dan lainnya banyak dipakai pengguna untuk meningkatkan kinerja Android mereka. Memang benar, setelah kamu menghapus sebuah aplikasi, kadang masih menyisahkan data dalam cache. Namun kamu tak perlu mengunduh aplikasi pembersih smartphone.

5 Aplikasi Ini Perlu Dihapus dari Android
Membersihkan smartphone 
Cara membereskan data yang tertinggal itu cukup mudah, kamu hanya perlu membuka menu "Setting" kemudian pilih menu "Storage" dan pilih "Clear cache" dan OK untuk membersihkan data yang tak penting.

Selain itu, kamu juga bisa menghapus cache masing-masing aplikasi dengan cara masuk ke "Setting", lalu "Apps" dan kemudian "Downloaded" dan tap salah satu aplikasi, kemudian di halaman selanjutnya, kamu tinggal memilih "Clear Cache".

 3. Aplikasi Antivirus

Sebenarnya, smartphone Android dan Play Store di dalamnya bisa melakukan tugas-tugas aplikasi antivirus. Misalnya untuk perlindungan dari kehilangan, kamu tinggal menggunakan Android Device Manager tanpa perlu aplikasi tambahan.

Sementara, kalau aplikasi mengandung malware, Google akan mengeceknya secara otomatis di Play Store. Oleh karena itu, aplikasi antivirus sebenarnya hanya berguna jika kamu sering mengunduh aplikasi yang sumbernya bukan dari Play Store (berbentuk file APK).

5 Aplikasi Ini Perlu Dihapus dari Android

Nah, saat itulah aplikasi antivirus memeriksa aplikasi non-Play Store selama proses instalasi. Antivirus juga memberikan peringatan jika aplikasi yang dipasang berbahaya.

4. Aplikasi Penghemat Baterai

Sama halnya dengan penghemat RAM, aplikasi penghemat baterai justru malah jadi beban untuk Android. Aplikasi penghemat baterai diklaim jadi solusi masalah yang dihadapi pengguna ponsel pintar, yakni daya yang cepat habis.

Nah, dengan memasang aplikasi ini, sesungguhnya kamu malah membuat baterai cepat habis karena prosesnya. Agar pemakaian baterai lebih hemat, kamu hanya perlu uninstal aplikasi tersebut.

Ilustrasi baterai android
5. Aplikasi Bawaan

Banyak merk smartphone yang memasang berbagai aplikasi pada perangkatnya, sebut saja aplikasi pemesanan hotel, gim, atau aplikasi Office. Padahal jika disadari, banyak aplikasi bawaan sebenarnya tidak dipakai dan justru menambah beban ponsel bahkan sulit untuk di-uninstall.

Kalau tidak bisa dihapus, kamu hanya tinggal membuka ikon info aplikasi (app drawer) yang dimaksud, lalu kamu bisa memilih untuk menghapus atau mendeaktivasi.
5 Aplikasi Ini Perlu Dihapus dari Android
5 Aplikasi Terbaik yang Jarang Dipakai oleh Pengguna Android 
Sekadar informasi, beberapa vendor smartphone tak mengizinkan penggunanya uninstal Facebook, Twitter dan media sosial lainnya. Tentu ini hal ini menjengkelkan bagi mereka yang tidak menggunakannya.

Tips Simple Basmi Malware Di Smartphone


Android tidaklah piranti yang betul-betul aman dari malware. Walau sudah bertindak mencegah, rupanya masihlah ada peluang Android anda terinfeksi malware yang ada di software. 

Bila anda mulai cemas dengan keamanan hpmu, mungkin saja anda butuh membaca serta menjalan sebagian panduan untuk menghindar, mendeteksi, serta menghapus malware di Android anda. Tersebut beberapa tips-nya. 

1. Cara Melindungi Android dari Malware

Memang sulit untuk mengetahui apakah dalam sebuah file yang kita unduh atau simpan di ponsel tak mengandung malware. Namun, beberapa malware mengganggu pengguna smartphone dengan membuat baterai ponsel jadi cepat habis atau sering menampilkan iklan. Sementara, malware lainnya diam-diam mencuri data pengguna.

Ada beberapa cara untuk melindungi smartphone dari malware. Pertama dengan memasang aplikasi anti-malware. Meskipun ada perdebatan keefektifan penggunaan aplikasi anti-virus, namun lebih baik kamu mencoba menghindari malware dengan memasang anti-virus atau anti-malware.

Kedua, mulai menjalankan tips di bawah ini:


- Matikan pengaturan yang memungkinkan smartphone kamu memasang aplikasi dari luar Play Store. Caranya dengan masuk ke Security Setting, kemudian jangan izinkan peng-install-an aplikasi dari sumber yang tak jelas.

- Perbarui aplikasi setelah update-nya tersedia di Google Play. Biasanya, setiap aplikasi menyediakan update, mereka disertai dengan peningkatan keamanan dan perlindungan terhadap data penggunanya.

- Periksa seluruh izin aplikasi sebelum kamu mengunduhnya. Jika izin tak berkaitan dengan aplikasi tersebut, carilah aplikasi lain untuk diunduh.

- Saat memakai Wi-Fi umum, gunakan VPN untuk melindungi data kamu.

2. Cara Mendeteksi Malware, Adware, dan Virus di Android

Jika smartphone kamu kinerjanya mendadak jadi lemot atau baterainya cepat terkuras, mungkin Android kamu diserang malware atau virus. Nah, jika ponsel terus memunculkan iklan pop-up, mungkin itu adalah bentuk serangan adware.

Kamu bisa memasang anti-virus untuk mendeteksi dan mengidentifikasi malware maupun virus. Nah, jika banner iklan bermunculan di atas aplikasi kamu, cukup mudah untuk mengetahui jenis adware yang menyerang, terutama jika ponsel kamu menjalankan Android 7.0 Marshmallow, caranya:

- Pada Setting, carilah Apps for Draw, kamudian kamu akan menemukan daftar aplikasi yang memiliki izin untuk berjalan di atas aplikasi lain.

- Kemudian, jangan izinkan aplikasi mencurigakan itu berjalan di aplikasi lainnya. Kamu juga bisa menghapus aplikasi mencurigakan tersebut.

3. Cara Menghapus Malware dari Android

Jika sebuah aplikasi bersifat mencurigakan, kamu bisa menghapus aplikasi tersebut. Namun, tetap gunakan anti-virus untuk mencegah, mendeteksi, dan menghapuskan ancaman.

Pertama kamu bisa meng-uninstall aplikasi yang dianggap mencurigakan, jika tak bisa di-uninstall karena aplikasi itu memiliki administrator rights, kamu bisa hapus dulu administrator rights tersebut dengan cara:

- Masuk ke Setting, pilih Security dan lihat bagian Device Administrator. Kamu akan melihat menu Android Device Manager di daftar tersebut.

- Kamu bisa mancabut izin administrator rights pada aplikasi yang tak bisa dihapus. Setelah izinnya dicabut, aplikasi mencurigakan itu bisa dihapus.

Setelah itu, anda dapat lakukan pengujian apakah langkah yang sudah dikerjakan sukses. Langkahnya dengan restart Android, sesudah smartphone menyala, anda dapat lihat apakah kemampuannya telah normal kembali. 

Bila masihlah ada permasalahan cobalah gunakan satu aplikasi anti-virus. Bila memanglah ada virus serta sukses dideteksi serta dihapus oleh anti-virus, artinya smartphone anda baik-baik saja.

5 Hal Kebiasaan ini Yang Bikin HP cepat Rusak


Siapa sih yang tidak memiliki gadget khusus untuk mempermudah hidup? Ngaku deh, kamu punya smartphone Atau tablet kan di rumah? Dan bukan tidak mungkin salah satunya telah menjadi gadget andalan kamu dalam beraktivitas.

Saking seringnya digunakan, bukan tidak mungkin gadget itu kamu bawa ke mana-mana dan tidak bisa terpisahkan. Nah, supaya gadget kesayangan kamu bisa awet, butuh perlakuan khusus dan jangan sampai salah selama menggunakannya.

Caramu menggunakan gadget biasanya berdasarkan kenyamanan, tapi apakah caramu menggunakan gadget tersebut sudah benar? Karena jika tidak, yang ada justru gadget milikmu jadi cepat rusak. Seperti kegiatan-kegiatan yang bisa merusak gadget berikut ini:

1. Ngecas Baterai Setelah Habis Total

Agar awet, jangan biarkan baterai smartphone-mu habis total, tapi isi ulang saat berada pada level 10-20%. Proses isi ulang yang dimulai dari 0% akan memakan waktu lebih lama. Selain itu baterai yang dibiarkan habis total juga berisiko kehabisan daya lebih cepat karena aus. Dan jangan sering-sering mengisi ulang baterai lewat laptop.

2. Sering Dicas Semalaman

Rata-rata smartphone dan gadget lainnya telah dibekali teknologi canggih yang akan membuat aliran listrik berhenti saat baterai penuh. Tapi bukan berarti ini 100% aman bagi baterai. Akan lebih baik jika kamu cabut baterai saat indikator pengisian telah mencapai 90%, tidak harus menunggu 100%.

3. Sering Menggunakan Charger yang Bukan Bawaan

Di pasaran, banyak beredar adapter charger yang dibekali kemampuan fast charging. Tapi seperti JalanTikus pernah ungkapkan, isi ulang baterai dengan charger palsu atau bukan bawaan itu berbahaya. Pastikan untuk hanya menggunakan charger yang bukan bawaan jika dalam keadaan darurat saja. Apa susahnya membawa charger di tas?

4. Mengisi Ulang Sambil Tetap Dipasangi Case Tambahan
Case tambahan seperti hardcase, softcase atau bumper memang akan membuat smartphone jadi aman dan nyaman digunakan. Tapi penggunaan case tambahan saat proses isi ulang baterai justru akan membuat smartphone cepat rusak karena aliran panas di permukaan jadi terhalang. Sebaiknya cabut case apa pun dari smartphone saat diisi ulang.

5. Sembarangan Menyimpan Smartphone di Tas
Entah karena takut mandul oleh radiasi smartphone di saku celana atau karena merasa praktis dan aman, kamu pasti lebih suka menyimpan smartphone di dalam tas. Tapi jika ingin awet, sebaiknya simpan smartphone di dalam tas hanya jika dilengkapi case pelindung layar agar tidak tergores dengan isi tas kamu.


Dari 5 kebiasaan di atas, yang mana sering kamu lakukan? Jika ternyata semuanya sering kamu lakukan, sebaiknya segera hentikan agar gadget kesayanganmu tetap awet.


Kategori

Kategori