Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Logo YouTube Alami Perubahan Besar


Logo YouTube Alami Perubahan Besar


Selama 12 tahun lamanya, logo YouTube selalu terjebak dengan gambar tabung yang mengurung kata "Tube," dan ternyata tim Google maupun YouTube, tidak tahu apa maksud semua itu. "Kami memiliki kata Tube di dalam tabung. Ini aneh. Tidak ada yang tahu ini apa," kata Christopher Bettig, kepala divisi seni di YouTube.

Bettig, seorang Prancis yang bergabung dengan Google enam tahun lalu, adalah seorang yang kini dipercaya memimpin kelahiran logo baru YouTube. Dia sendiri sudah bekerja untuk YouTube selama tiga tahun terakhir.

Bettig berkata kepada The Verge, bahwa dua tahun lalu tim YouTube sempat melakukan perubahan desain logo, namun ada tantangan besar dalam menggabungkan sejumlah produk dengan khalayak dan penggunaan yang sangat berbeda. Mereka mempertimbangkan YouTube bukan lagi satu merek tunggal, karena ada YouTube Kids, Gaming, Red, TV dan Music.

Namun ternyata, pemikiran semacam ini telah menjadikan YouTube kehilangan tanda. "Kami merasa, karena semua pertumbuhan itu, kami kehilangan tanda. Kami ingin membuat sesuatu yang lebih terpadu dan kohesif, sesuatu yang benar-benar dibaca sebagai YouTube," kata Bettig. 



Di tengah stagnasi logo dan ketiadaan tanda yang kuat ini, Bettig dan tim ingin membawa perubahan mayor. "Kami berharap bisa membangun bahasa visual yang memudahkan orang untuk mengenalinya," tuturnya.

Hingga sampailah pada suatu titik, sebuah ide besar tercetus untuk membawa keluar teks dari tabung dan membuat tabung tersebut memiliki posisinya sendiri.

Secara default, logo YouTube sekarang ini memasang teks tebal dengan jenis huruf yang baru. Skema warna pada teks juga baru, semua berwarna hitam. Di bagian kiri, logo tersebut juga telah menempatkan ikon yang siap jadi representasi merek agar mudah dikenali, sekaligus bisa menyingkat logo tanpa harus membubuhi teks. Ikon tabung warna merah itu memiliki logo play (putar) di bagian tengahnya.

Pada layar ponsel yang kecil, YouTube bisa saja hanya memasang ikonnya agar memberi ruang yang lebih besar terhadap gambar atau tombol lain. Logo dan ikon yang serba baru ini diluncurkan untuk perangkat desktop dan seluler mulai hari ini, Kamis (30/8).

Perubahan logo adalah sebuah gerakan bersama untuk pembaruan tampilan dan beberapa navigasi baru.



YouTube juga melakukan desain ulang pada tampilan komputer desktop. Pengalaman desktop juga ditingkatkan memanfaatkan basis sumber daya Material Design yang dikembangkan Google untuk panduan desain visual, gerak, dan interaksi, lintas platform serta perangkat.

Pembaruan desktop mencakup "modus gelap" yang hebat untuk melihat malam hari, sehingga menonton YouTube terasa lebih cinematic. Sayangnya, fitur ini belum digulirkan ke aplikasi mobile YouTube.

Di aplikasi mobile, Google memangkas ruang merah di atas yang selama ini jadi ciri khas YouTube, tetapi tanpa disadari telah memakan tempat. Header warna merah itu kini diganti dengan warna putih yang ukurannya lebih kecil. Secara umum, Google ingin mencitrakan suasana bersih di YouTube.

Sejumlah fitur lain dalam hal navigasi juga akan dibawa YouTube. Misalnya, memajukan atau memundurkan video setiap 10 detik. Ada juga fitur geser ke kiri untuk menonton video sebelumnya, dan geser kanan untuk video berikutnya. Aplikasi juga mencakup kemampuan memperlambat dan mempercepat pemutaran video.

Apa yang dilakukan Bettig dan tim untuk YouTube ini disebutnya "adalah evolusi, bukan sebuah revolusi."


Game PlayStation 5 Diprediksi Hadir 2019, Bukan 2018

Game PlayStation 5 Diprediksi Hadir 2019, Bukan 2018

Game PlayStation 5 Diprediksi Hadir 2019, Bukan 2018


Sony mungkin baru saja merilis konsol game canggih PlayStation 4 Pro pada akhir tahun 2016 lalu, tapi terbentang jalan yang cukup panjang menuju kehadiran konsol generasi selanjutnya. Tentu saja, di sini kita membicarakan PlayStation 5 (PS5).

Seorang analis dari Wedbush Securities, Michael Pachter, mengatakan kepada GamingBolt, jika PS5 kemungkinan baru bakal hadir di pasaran pada tahun 2019. Menurutnya, PS4 Pro memiliki performa yang lebih baik ketimbang versi orisinalnya dan ini menjadi separuh langkah Sony untuk menghadirkan PS5.

"Ekspektasi saya adalah PS5 tidak akan keluar pada 2018. Itu baru akan hadir pada 2019 atau 2020, tapi kemungkinan 2019. Sony sedang mempertimbangkan waktu yang tepat karena mereka akan membawa perangkat yang mendukung resolusi 4K ketika pasar televisi 4K sudah mencapai 50 persen di Amerika Serikat dan 35 persen di dunia," kata Pachter, dilansir Gamespot.

Kompetitor mereka di industri konsol video game, Microsoft, telah mengumumkan bakal meluncurkan konsol 4K Xbox One X pada November ini. Sementara untuk model Xbox selanjutnya masih belum diketahui kapan bakal dirilis.

Mengingat Xbox memiliki kemampuan 'backward compability' atau bisa memainkan game-game di konsol generasi sebelumnya, Pachter berpendapat PS5 kemungkinan bakal mendukung kemampuan itu juga.

"Apakah PS5 bisa memainkan game-game yang dibuat untuk PS4 Pro? Itu pertanyaannya. Tapi saya pikir bakal bisa. Jadi, mereka akan membangun konsol dengan kemampuan memainkan game konsol generasi sebelumnya. Shawn (Layden, Presiden dan CEO Sony Interactive Entertainment America) bicara jujur ketika ia mengatakan PS5 adalah konsol yang sepenuhnya matang," papar Pachter.

Beberapa bulan lalu, seorang analis lain dari Macquarie Capital Securities, Damian Thong, memiliki pendapat berbeda di mana ia mengatakan Sony mungkin bakal merilis PlayStation generasi selanjutnya pada paruh kedua 2018.

Sepertinya Sony sendiri belum akan berbicara apa-apa mengenai PS5. Ketika mengumumkan PS4, Sony memilih waktu sembilan bulan sebelum peluncurannya. Sementara PS4 Slim dan PS4 Pro diungkap hanya satu minggu dan dua bulan sebelum rilis.


Kabel Laut Putus, Internet XL, Smartfren dan Biznet Tumbang

Kabel Laut Putus, Internet XL, Smartfren Biznet Tumbang



Koneksi Internet dari sejumlah penyedia di Indonesia mengalami masalah sejak Minggu pagi (16/7) hingga malam hari karena putusnya infrastruktur kabel laut yang diketahui dikelola oleh Moratelindo, XL Axiata, dan perusahaan lain. Setidaknya, sejumlah layanan jasa Internet yang terpengaruh atas insiden ini adalah: XL Axiata, Axis, Smartfren, Biznet, Moratelindo, dan MyRepublic.

Keluhan seputar koneksi Internet lelet terhadap perusahaan itu terpantau masih berlangsung hingga Senin dini hari. Akun Twitter @BiznetHome sebagai saluran resmi layanan Internet dan TV kabel rumah tangga dari Biznet, mengatakan mereka sedang mengalami masalah "pada jalur internasional" sehingga "menyebabkan penurunan performa koneksi." Masalah ini disebut terdapat di bawah laut dan sedang ditangani.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, mengatakan ada masalah dengan koneksi kabel laut yang menghubungkan Jakarta-Batam. "Penyebab masih diteliti," kaya Merza

Dia menambahkan, seharusnya pagi ini jaringan sudah kembali normal. Hal senada diungkapkan Presiden Direktur Biznet Networks, Adi Kusma, yang menjelaskan "backup untuk semua link sudah berjalan baik."

Seorang sumber dari dalam perusahaan penyedia infrastruktur dan jasa Internet, Moratelindo, sebelumnya telah mengakui mereka pada Minggu siang mengalami masalah pada jaringan fiber optik internasional dan hingga Senin dini hari belum stabil.

Sementara itu, Telkom Group mengaku layanannya tidak terpengaruh oleh masalah putusnya kabel laut ini. Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo, mendeteksi kabel laut yang putus adalah fiber optik menuju Batam yang berlokasi di kilometer 30,7 Tanjung Bemban ke arah Pesaren. Masalah ini terjadi pada Minggu, 16 Juli 2017, pukul 09.40 WIB. Hingga saat ini, proses perbaikan tengah dilakukan dan diperkirakan akan selesai pada Minggu, 30 Juli 2017.

Untuk memastikan kualitas layanan telekomunikasi seluruh pelanggan tidak terganggu, Telkom Group melakukan rebalancing traffic melalui SKKL Jawa-Sumatera-Kalimantan jalur laut dan darat. Sejauh ini perusahaan mengklaim layanan telekomunikasi pelanggan tetap berjalan normal dan Telkom Group terus melakukan pemantauan traffic untuk meminimalisir gangguan layanan.

Pagi ini, Senin (17/7), terpantau layanan telekomunikasi yang bermasalah sudah kembali berjalan normal. XL Axiata memastikan layanannya sudah kembali normal sejak semalam.

"Terkait dengan gangguan jaringan yang sempat berdampak pada layanan XL Axiata, dapat kami sampaikan bahwa sejak tadi malam layanan XL Axiata sudah sepenuhnya kembali normal. Dengan demikian pelanggan bisa kembali menggunakan layanan data seperti sedia kala," ujar General Manager Corporate Communication PT XL Axiata, Tri Wahyuningsih.


Kategori

Kategori