Showing posts with label Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Lebaran. Show all posts

Anti Kantuk di Mobil Saat Mudik dengan Cara Tak Biasa Ini

Anti Kantuk di Mobil Saat Mudik dengan Cara Tak Biasa Ini

Anti Kantuk di Mobil Saat Mudik dengan Cara Tak Biasa Ini

Mengantuk bisa dialami setiap orang dan normal. Namun hal ini bisa berbahaya jika dialami orang yang sedang duduk di balik setir. 

"Saya suka bingung sama orang Indonesia yang bangga bisa menyetir lama tanpa istirahat. Banyak orang kita yang dengan enteng bilang habis menyetir selama 16 jam bahkan 20 jam tanpa berhenti. Itu maksudnya apa. Mau sombong atau bagaimana. Ingat, walaupun sudah menyetir 20 jam juga belum tentu dapat piala dan jadi juara dunia

Mudik dengan mobil membutuhkan berbagai persiapan yang spesial. Salah satunya membuat pengemudi tetap terjaga hingga pergantian sopir, atau tiba sampai tujuan. Tentunya para penumpang butuh trik tak biasa, agar sang sopir tetap terjaga. Apa saja?

Buka kaca jendela sedikit 

Jika mulai terasa mengantuk, maka matikan pendingin udara dalam mobil dan bukalah kaca mobil. Hirup udara dari luar. Mengantuk bisa terjadi karena sirkulasi udara dalam mobil tidak baik. Selain itu, kondisi dalam kabin yang dingin pun bisa membuat tubuh terlalu nyaman saat berkendara.

Perhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi 

Hindari makanan berlemak jenuh sebelum mengemudi karena bisa membuat mengantuk. Pengemudi bisa menggantinya dengan mengonsumsi snack, buah, atau biskuit. Untuk minuman, hindari yang mengandung alkohol, kafein, atau stimulan lain karena dapat mengganggu konsentrasi dan reaksi mengemudi. Gantilah dengan air mineral.

Mendengarkan musik koplo dan dangdut pantura

Dangdut pantura dan musik koplo menjadi salah satu aliran musik yang mampu membuat sopir terjaga saat mudik. Dengan dentuman suara yang keras dan nada yang selalu mengajak bergoyang, tentu saja lagu ini bisa membuat sopir tetap terjaga saat mudik. Tentunya musik pop yang di jadikan koplo tetap menarik untuk didengar seluruh keluarga.

Minum kopi espreso 

Kopi espreso menjadi minuman yang memiliki banyak kafein. Kandungan kafein yang tinggi dapat membantu sopir tetap terjaga. Apalagi bila yang diminum itu merupakan kopi espreso dengan tiga shot kopi, tentunya mata Anda bisa terjaga sepanjang perjalanan. Bila mau, persiapkan perbekalan kopi dalam mobil sehingga dapat dikonsumsi kapan saja.

Karaoke di mobil

Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan ketika menemani sopir adalah karaoke lagu-lagu populer. Dengan lagu-lagu yang semangat atau sedih, tentunya sopir menjadi terjaga dan tahan mengemudi pada malam hari. Namun, jangan terlalu ribut sehingga mengganggu penumpang yang tidur, ya.

Ngobrol sama teman yang bawel

Trik yang bisa digunakan supaya sopir tetap terjaga adalah mengajaknya berbincang. Tentunya pribadi yang bawel menjadi sosok pertama untuk membuka pembicaraan. Apalagi bila mampu memberikan cerita-cerita yang lucu, tentunya perhatian sopir akan tetap terjaga saat mudik.

Cara Umat Muslim Merayakan Lebaran di Berbagai Negara

Cara Umat Muslim Merayakan Lebaran di Berbagai Negara



Sebagian besar umat Muslim merayakan Lebaran 2017 hari ini, Minggu (25/6/2017). Tradisi merayakan Lebaran bisa berbeda-beda di setiap negara, pun makanan khas yang disajikan

Jika umat Muslim di Indonesia merayakan Lebaran dengan bersalam-salaman saling meminta maaf dan menyantap ketupat serta opor ayam, bagaimana dengan Muslim di negara lainnya? Ini cara umat Muslim di berbagai belahan dunia merayakan Lebaran, seperti dikutip dari Metro.co.uk.

1. Suriah


Konflik berkepanjangan di Suriah tidak mematahkan semangat umat Muslim di sana untuk tetap bersukacita di Hari Lebaran. Seperti di Indonesia, mereka merayakan Lebaran dengan berkumpul bersama teman-teman serta tetangga. Makanan khas yang disajikan biasanya pudding buatan rumah yang disebut Mamounia. Pudding bisa disajikan dingin atau hangat dengan taburan bubuk kayu manis dan kacang almond.

2. Mesir


Di Mesir, tradisinya adalah makan sebutir kurma dan minum segelas susu di pagi hari sebelum berangkat salatal Ied. Di Hari Lebaran, umat Muslim di Mesir juga membuat Kahk, sejenis cookies dengan isian terbuat dari madu.

3. Yaman


Sudah tradisi di Yaman untuk merayakan Lebaran dengan makan siang bersama di rumah keluarga yang dituakan. Kue yang terkenal di sana adalah Bint Alsahan, kue manis yang dibuat dengan melipat adonan tepung tipis lalu diberi madu dan biji nigella, sejenis tanaman jinten.

4. Afghanistan


Di Afghanistan, perayaan Hari Lebaran adalah milik anak-anak kecil. Maka dari itu persiapan Lebaran maupun pesta disiapkan untuk anak-anak di Hari nan Fitri ini. Biasanya orang Afghanistan membuat Bolani, roti isi bayam, labu kuning, kentang atau kacang polong.

5. Rusia


Meskipun bukan mayoritas, 16 juta umat Muslim di Rusia juga merayakan Lebaran dengan menikmati Manti. Sejenis pangsit isi daging domba atau sapi. Saat Lebaran, umat Muslim di Rusia khususnya Moskow akan mendatangi tenda yang dibangun di Masjid Central Moscow, di mana perayaan biasa diadakan.

6. Sudan


Umat Muslim di Sudan merayakan Lebaran dengan saling mengunjungi rumah tetangga dan akan membawa pulang berbagai penganan manis. Makanan khas Lebaran di Sudan adalah Aseeda, terbuat dari gandum dan dimakan bersama saus berbahan tomat.

7. India


Umat Muslim di India yang berjumlah 180 juta orang merayakan Lebaran dengan menikmati semangkuk Sevaiyan ki Kheer, sejenis dessert berisi pasta dengan potongan almond di atasnya.

8. China


Masyarakat Muslim di China merayakan Lebaran dengan makan You Xiang. Penganan terbuat dari tepung yang digoreng, dan dimakan bersama sup atau nasi.


sumber detik.com

Lakukan Hal Ini Saat Terjebak di Kemacetan Panjang

Lakukan Hal Ini Saat Terjebak di Kemacetan Panjang


Mudik yang biasanya identik dengan macet. Itu juga sepertinya bukan hal asing lagi saat tradisi mudik. Namun ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kemacetan panjang.

"Ada beberapa langkah saat menghadapi kemacetan yang panjang," ujar Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

Berikut penjelasan Jusri disaat kita sebagai pengendara bertemu macet panjang.

1. Jangan Panik


Disarankan para pengendara tidak panik, jangan berkendara kiri-kanan. Karena semua orang tujuannya sama ialah cepat sampai. Selanjutnya disarankan untuk disiplin tidak saling serobot, sehingga kemacetan bisa cepat selesai.


2. Sistem Ventilasi Kendaraan Harus Diperhatikan


Pastikan sebelum berkendara, karet-karet (di jendela-Red) kendaraan bagus, exhaust-nya benar. Kalau tidak saat berhenti karena macet kaca diturunkan. Memang konsekuensinya ada di masalah keamanan saat kaca dibuka, oleh karena itu saat orang buka kaca harus hati-hati menghadapi kriminal.

3. Matikan AC


Macet berjam-jam, disarankan untuk mematikan Air Conditioner (AC) dan mesin. Karena mesin bisa overheat, terutama untuk mobil 2 tahun ke atas. Kecuali kalau macetnya itu stop and go, ya tidak perlu matikan mesin.

4. Merenggangkan Badan


Saat macet panjang menghampiri dikala kita mudik, disarankan untuk pengendara keluar dari mobil melakukan perenggangkan badan, biar kembali segar.

5. Persiapkan keperluan keluarga dalam kabin


Disarankan setiap pengendara sebelum mudik untuk persiapkan logistik yang layak. Seperti menggunakan kaos yang sejuk, celana pendek, atau bahan yang tidak berlebihan. Selanjutnya siapkan makanan kecil buat anak-anak dan penumpang lainnya, serta mainan anak-anak agar tidak rewel saat macet.

Cara Elegan Jawab Pertanyaan Kapan Kawin


Lebaran sebentar lagi. Itu artinya Anda perlu mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk persiapan mudik Lebaran. Saat mudik ke kampung halaman, hal yang paling tidak menyenangkan bagi seorang single adalah pertanyaan “kapan kawin?”. Untuk itu, sebelum sampai ke kampung halaman, Anda juga perlu persiapan agar tetap prima dan menjawab pertanyaan tersebut dengan percaya diri tanpa merendahkan diri sendiri.

Berikut enam cara elegan menjawab pertanyaan “kapan kawin?

Masih Mau Kuliah (Lagi) 

Untuk Anda yang masih menjalani kuliah, jawaban “mau selesaikan kuliah dulu” merupakan bentuk jawaban elegan yang bisa diterima banyak orang, termasuk si penanya. Namun pertanyaan “kapan kawin?” akan menjadi lebih bermasalah jika Anda sudah menyelesaikan kuliah. Alternatif jawaban yang elegan bagi Anda adalah “saya ingin lanjutkan kuliah dulu”.


Tanya Kembali, Apakah Nikah Sebuah Jawaban?

Bagi kebanyakan orang Indonesia status "menikah" tentu dianggap lebih baik daripada "belum menikah" atau "tidak menikah", apalagi bagi mereka yang perempuan. Maka tak heran jika kebanyakan perempuan rela menikah dengan laki-laki mana pun demi mengejar "status", meski tidak sesuai dengan ekspektasi. Alhasil banyak pasangan tidak menemukan muara kebahagiaan dari pernikahan itu sendiri. Lalu, apakah pernikahan sebuah jawaban?

Mohon Doa Saja

Tanpa merendahkan diri Anda sebagai seorang single, jawaban ini memang paling aman dan sederhana jika Anda mendapati pertanyaan “kapan kawin?” saat mudik Lebaran.

Nikah Butuh Perencanaan Matang

Selain perencanaan materi, seseorang yang ingin menikah juga perlu persiapan mental dan kesiapan batin. Menggabungkan dua pikiran dalam satu rumah tangga bukan perkara mudah, perlu kerelaan untuk mau mengalah dan menepiskan ego. Jawaban “Nikah butuh perencanaan matang” sambil terus mencari jodoh yang tepat merupakan salah satu cara elegan untuk menjawab pertanyaan “kapan nikah?”.

Sedang Cari Sponsor

Bagi Anda yang ingin menjawab dengan sederhana namun sedikit berselera humor, jawaban “sedang cari sponsor” merupakan salah satu cara yang elegan. Selain mengandung humor, cara ini juga bisa menyentil si penanya untuk turut berandil secara materi dalam prosesi pernikahan. Tidak menutup kemungkinan setelah jawaban tersebut, ada sanak saudara yang ingin membiayai pernikahan Anda.

Berikan Senyum

Selain mohon doa, senyum juga menjadi cara sederhana namun elegan untuk menjawab pertanyaan “kapan kawin?”. Pasang senyum Anda yang paling manis saat ada yang bertanya “kapan kawin?” saat mudik Lebaran. Selain jadi cara yang elegan, dengan senyuman manis tidak menutup kemungkinan akan ada lawan jenis yang tertarik pada Anda.

Ini Kriteria Karyawan yang Berhak Dapat THR

Ini Kriteria Karyawan yang Berhak Dapat THR

Ini Kriteria Karyawan yang Berhak Dapat THR

Tunjangan Hari Raya (THR) mungkin menjadi salah satu hal yang dinanti masyarakat terutama para pekerja. Uang THR dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

THR biasanya dibayarkan perusahaan dua pekan sebelum pelaksanaan Lebaran. Sesuai aturan, THR Keagamaan wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau buruh. THR sendiri dibayarkan jelang hari raya keagamaan. Lantas, apa syarat pekerja atau buruh supaya dapat THR?

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pekerja yang mendapat THR ialah memiliki masa kerja sebulan secara terus menerus. Demikian, bunyi Pasal 2 ayat 1 peraturan tersebut.

"Pengusaha wajib memberikan THR Keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus-menerus atau lebih," bunyi Pasal 2 ayat 1.

Kemudian, Pasal 2 ayat 2 berbunyi, THR diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Besaran THR diatur pada Pasal 3 ayat 1, di mana (a) pekerja yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih diberikan 1 bulan upah. Sementara, (b) pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tapi kurang dari 12 bulan diberikan THR secara proposional. Hitungannya, masa kerja dibagi 12 dikali 1 bulan upah.

"Upah 1 (bulan) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas komponen upah: (a) upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean wages); atau (b) upah pokok termasuk tunjangan tetap," tulis Pasal 3 ayat 2.

Pasal 3 ayat 3 menjelaskan, perhitungan upah berdasarkan perjanjian kerja harian lepas dalam 1 bulan. (a) Pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, 1 bulan upah dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. (b) Pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Peraturan ini juga mengatur syarat pemberian THR kepada pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Pasal 7 ayat 1 dijelaskan, pekerja yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian tidak tertentu dan mengalami PHK sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan berhak atas THR Keagamaan.

"THR Keagamaan sebagaimana dimaksud ayat 1 berlaku untuk tahun berjalan pada saat terjadi pemutusan hubungan kerja oleh pengusaha," bunyi Pasal 7 ayat 2.

Sementara, Pasal 7 ayat 3 menerangkan, ketentuan Pasal 7 ayat 1 tidak berlaku bagi pekerja yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu, yang berakhir sebelum hari raya keagamaan.



Kategori

Kategori