Ketahui Sisi Gelap Para Gamer

Ketahui Sisi Gelap Para Gamer

Ketahui Sisi Gelap Para Gamer

Video game adalah satu diantara media hiburan yang paling banyak disukai serta disenangi oleh beragam kelompok dari mulai anak kecil sampai orang dewasa. Dari tahun ke tahun, perubahan video game makin memikat terutama dari segi gameplay serta grafis video game tersebut dan banyak genre video game yang tawarkan keseruan sendiri. 

Tetapi, dibalik daya tarik video game yang demikian memikat, nyatanya sadar atau tak sadar video game mempunyai segi gelap yang begitu merubah kesibukan pemainnya. Apa sajakah ya? 

Umumnya orang baik itu anak-anak ataupun orang dewasa tentu pernah menggunakan saat berjam-jam saat tengah memainkan video game yang mereka gemari. Pada sebagian masalah, bahkan juga ada pula orang yang hingga bolos sekolah maupun bolos kerja cuma untuk bermain video game. Yang paling kronis, kita dapat merasakan demikian beberapa orang yang lebih pilih bermain game dari pada mencari pekerjaan.

Dari sini, muncul sebuah pertanyaan mendasar, yaitu benarkah video game menyebabkan kebanyakan orang tetap menganggur?

Hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli di bidang ekonomi dari Universitas Rochester dan Universitas Chicago beberapa waktu lalu pun menunjukkan bahwa memang aktivitas hiburan elektronik seperti bermain game memiliki keterkaitan erat dengan jumlah pengangguran, khususnya di kalangan anak muda.

Menurut data hasil penelitian tersebut, kebanyakan dari para pemuda pengangguran yang tinggal bersama dengan keluarga atau orang tua mereka menghabiskan sekitar 75% waktu mereka dengan menikmati hiburan elektronik seperti video game.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai game populer seperti Dota 2, GTA V, Resident Evil 7, Persona 5 dan masih banyak lagi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diselesaikan sehingga membuat para pemainnya tertantang untuk segera menyelesaikan game tersebut atau memainkan game tersebut secara berulang. Menurut mereka, kegiatan bermain game itu sangatlah menyenangkan jika dibandingkan dengan mencari pekerjaan.

Selain itu, kebiasaan bermain video game yang terlalu sering juga menyebabkan orang-orang yang memainkan video game terlalu sering jadi kurang memiliki keahlian di dunia nyata. Itu karena sebagian besar waktu mereka dihabiskan di dunia virtual sehingga mereka sulit diserap oleh lapangan kerja.

Sebenarnya, sah-sah saja jika seseorang ingin bermain video game yang mereka sukai. Tapi yang pasti, seharusnya jangan sampai menjadikan video tersebut sebagai rutinitas karena justru akan memberikan dampak buruk dari segi produktivitas.


Secara pribadi sih, menurut Jaka adanya pendapat bahwa video game dapat dijadikan sebagai sumber mata pencarian untuk memenuhi kebutuhan ekonomi juga menjadi salah satu faktor kenapa banyak orang yang memainkan game secara berlebihan dan justru berujung jadi pengangguran.


EmoticonEmoticon